Oct 30, 2014

Relationship Comes Around, Broken Hurt Goes Around

Diposkan oleh nitahakeem di 7:56:00 AM
Reaksi: 
One day, my friend called me in early morning. She cried out loud. She said that she had no idea why she have to face hard problem ever.

aku bicaranya agak bahasa campuran aja kali ya. Lol.

Pada intinya she was in engangement day 6 month ago with her boyfriend. As a fiancee, certainty comes.

Kadang seseorang btuh kepastian dg acara pertunangan, dan itu selesai. Tapi beberapa orang ga sadar, bahwa bertunangan pun, kamu itu belum menikah. Bertahan itu fase yg paling sulit dari relationship. Lebih mudah utk mengenal orang baru di saat kamu jenuh sama apa yg ada. 

Tapi sebenernya kita ga mencari orang baru itu. Kita bukan lagi cari orang yang dikatakan terbaik. Mungkin dia lulusan Ui, atau dokter, atau enginer, atau pengusaha kaya raya... bukan. Bukan itu. Kita cari orang yang FIT sama kita. Dimana fit dan ga fit itu sesuatu yang ga bisa dipaksakan.

seseorang bertunangan harusnya karena mereka sadar mereka sudah cukup FIT satu sama lain. Dengan tunangan itu mungkin bs lebih buat mereka fokus ke persiapan pernikahan yg lain. Entah utk satu atau dua tahun ke depan. Karena utk Big day, itu jelas ga murah.

Teman aku dalam telponnya mengerang, his boyfriend was making love with someone else one month ago. Dan , sepakat ga sih kalo hal yg ditutupi, hal yg dimurkai Allah, pasti akan ketauan? dan Allah sudah janji... lelaki baik utk wanita baik.
Lalu semua hancur di moment itu. Tapi masih banyak pertimbangan utk menghentikan rencana pernikahan krn kedua keluarga sudah ketemu di acara pertunangan.

I believe that relationship never comes easy. Khilaf itu pasti. Tapi kalo kesalahan dilakukan berkali2, itu namanya doyan


Ada fase dimana dalam relationship orang bertanya ke diri mereka sendiri, bener ga sih dia jodoh aku?
Guys, aku ga percaya jodoh itu dateng sendiri. Dia diusahakan. Dia diminta. Allah rancang sih pertemuannya. Tapi diantara banyak pertemuan, kamu yg berhak meminta jodoh kamu sama yg mana.

You decide to choose.

Aku sih yakin kalo relationship hancur karena cheating, itu karena kebiasaan. Kebiasaan yg dia ga mau ubah. Kebiasaan yg dia ga mau keluar dr lingkup orang2 yg kelakuannya sama. Yg awalnya berniat utk setia dan menjaga satu perasaan, mendadak mencoba utk out of the box. "Dikit aja, ga bakalan ketahuan kok..."

Yah malah temennya sendiri keceplosan ngasih tau kelakuan tunangannya ke temen aku. Ya entah keceplosan atau musuh dalam selimut?
Kamu ga akan tau orang baik sama kamu sampe kamu dapet masalah. 
Karena kalo temen cuma buat have fun go mad, di pinggiran banyak. Mungkin kamu bisa ambil di jalur three in one di Jakarta. Ngantri.

Fenomena. Semua orang gabisa sama ratakan hubungan. Ada yg taaruf 3 bulan dan sebenernya dia ga yakin pasangannya, ga ada cinta di awal, tapi pasrah sama Allah lalu menerima pinangan lawan jenisnya dg niat ibadah. Ada yg begitu.

Ada juga yg bertaun2 pacaran. Sampe rentang 6-7taun, dan berakhir di pelaminan. Ada. Mereka2 itu yg bisa bertahan dan membuat ending yg baik utk mereka tanpa kontroversi pihak lain.

Karena sebaik2nya ending, yang tentukan kita. Dan ketika kita milih ending kita, jangan pernah membuat keluarga atau org sekitar turut andil di dalamnya hingga ke operasional rumah tangga. 

Saling menghargai dan percaya. 
"Maybe i am not in his mind when he did it to that bitch." my friend said.
Iya. Masalah cheating paling utama adalah orang itu sekelebat engga ada di pikiran kita. Kalo si A ada di pikiran si B terus menerus, untuk melakukan kesalahan aja, si B enggak akan sanggup. Karena dia tau, pkirannya cuma A tiap waktu. Yang dia butuh cuma A. Yang dia ga mau sakitin cuma si A.

thats like a simple relationship.

Cinta cuma ada di pikiran, lainnya adalah gimana kamu menyesuaikan.

Because of this reason, i refused some mature guy for marriage. I'm not sure about their feelings about me. Sometimes, marriage isnt a solution. Kadang mereka cuma pengen nikah. Ngelihat kamu cewe baik2, diajak. Tapi ditanya seberapa besar rasa dia ke kamu, dia bingung. He had no idea.

Kalo kamu ga ada cinta sama dia, bahkan utk berkompromi pun kamu enggak akan bisa. Padahal nanti dalam sebuah pondasi, kompromi itu kunci.

Dan kepercayaan itu seperti kertas yang ga akan bisa kembali putih kalo sudah kamu coret. Bisa dihapus, tapi ninggalin bekas.

forgiven isnt bout forgotten.

"Kamu ga mau maafin aku? beb, aku ga serius sama dia waktu itu... serius itu cuma sementara aja terjadi, enggak ada lagi. Dan ga pernah ada."

Perempuan sih ga bisa nerima alasan seperti itu. Dan teman aku itu, memutuskan utk sendiri. Lebih baik sendiri drpd hidup dalam ketidakpercayaan lagi. Lebih baik sendiri drpd harus menerima alasan konyol "aku cuma main2 sama dia.."

justru karena cuma main. kenapa mainnya harus sama cewe? apa di dunia kehabisan mainan game? atau dummy? atau timezone tutup? atau dvd player udah ga diproduksi?

Terakhir dari laki2 itu bilang, dia enggak bisa berakhir dg cara seperti ini, meski tau dia salah. Tapi dia berusaha utk mencoba mempertahankan pertunangan mereka. Dia bilang dia ga akan bergumul lagi sama tmen lamanya yang cuma bisa hev fun go mad. Dia jauhi apa yg pernah buat dia menjadi salah. Dia datang tiap hari ke rumah cewenya. Tapi blm ada tanda2 tmen aku itu bakalan luluh.

Dan aku bilang sama pacarnya, "Orang baik cuma dateng ke kehidupan kamu sekali aja... just for once... sama kayak kesempatan, yg udah kamu sia2kan... mungkin dia gak akan bisa sebaik sprt pertama kamu kenal sesudah ini. Tapi seburuknya dia, bakalan lebih baik drpd kalo kamu nyari orang lain yg ga akan sebaik ketika kamu pertama kenal dia."

Lalu di hari dimana aku mengatakan itu, aku banyak merenung.

Literally, i dont wanna waste my time.
:)

0 komentar:

Post a Comment

 

**Gregarious Angel** Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea